anjing anjing itu menyalak
seperti kacau yang meracau
di dinding harap yang sedikit lagi
rubuh
kau selalu saja dengan keluhmu,
dan aku benci itu
lelaki, begitu katamu selalu
menepuk dadamu
perempuan
dan aku selalu mengangguk tiga kali mengulum bibir
merahku, dan meraba dadaku yang tentu saja berbeda denganmu, aku, perempuan
bersabarlah sedikit bung, atau aku harus menyebutmu, sayang?
kau pasti suka itu, lalu rebahkan saja sedikit lelahmu hingga kau mendengkur
karena aku perempuan dan ingin perempuan
tunggu saja, sebentar
biar cinta berbicara empat mata
biar semua luka memerah darah
biar kau lelah berpetualang
biar
aku akan memberimu seteguk cinta dan damai
kelak kau tak akan mengeluh lagi
sebab esok kau mati
lalu aku menangisimu dengan masa menanti seseorang yang sama dengan keluh yang sama dengan kadar cinta yang sama
sialan!
seperti kacau yang meracau
di dinding harap yang sedikit lagi
rubuh
kau selalu saja dengan keluhmu,
dan aku benci itu
lelaki, begitu katamu selalu
menepuk dadamu
perempuan
dan aku selalu mengangguk tiga kali mengulum bibir
merahku, dan meraba dadaku yang tentu saja berbeda denganmu, aku, perempuan
bersabarlah sedikit bung, atau aku harus menyebutmu, sayang?
kau pasti suka itu, lalu rebahkan saja sedikit lelahmu hingga kau mendengkur
karena aku perempuan dan ingin perempuan
tunggu saja, sebentar
biar cinta berbicara empat mata
biar semua luka memerah darah
biar kau lelah berpetualang
biar
aku akan memberimu seteguk cinta dan damai
kelak kau tak akan mengeluh lagi
sebab esok kau mati
lalu aku menangisimu dengan masa menanti seseorang yang sama dengan keluh yang sama dengan kadar cinta yang sama
sialan!
No comments:
Post a Comment