Jual Keripik Tempe
Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding etnis lain yang dikerjapaksakan oleh pemerinta kolonial dalam proyek membangun jalan dan rel kereta api.
Seperti halnya orang dari etnis China yang terhindar dari wabah disentri dengan tehnya, tempe membuat orang-orang dari etnis Jawa lebih kuat dan bisa bertahan hidup.
Sekarang ini tempe tidak disajikan begitu saja. Salah satunya dengan menjadikan tempe sebagai camilan yang lebih bersahabat dengan mulut dan lebih memiliki nilai gengsi.
Meski tempe mempunyai kandungan protein 15 kali lebih baik daripada daging, tetap saja tempe di kalangan masyarakat masih dipandang sebelah mata. Sebagian besar beralasan karena proses pembuatannnya yang kurang higienis.
Tempe dalam bentuk keripik menaikan citra tempe, sehingga pantas disajikan di meja makan atau menyambut tamu di ruang tamu menemani teh, atau kopi.
Meski sekarang berbagaia jenis rasa bisa dibuat untuk mempercantik rasa dan tampilan, tetapi keripik tempe dengan rasa original tetap lebih banyak diminati. Bukankah meski banyak minuman tempil di etalase pendingin, orang tetap mencari air putih?
Seperti itulah. Oleh karena itu saya menyajikan keripik tempe dengan rasa original sebagai andalan.
Setiap kemasan dengan berat 300 gram, dibanderol harga Rp 20 000, 00 adalah pas.
0812103854 Wi
Jika berminat hubungi 0812103854 WA. Pemesanan minimal 3 bungkus. Belum termasuk ongkos kirim
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jual Keripik Tempe
Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...
-
kamu tak percaya padaku sampai semua terbukti tapi sayang ketika kamu percaya aku sudah menghilang dari pandangan kamu jangan perc...
-
Tak ada yang perlu disesali Aku tahu semua sudah diniati Ayo tepuk dadamu Agar kau masih terlihat dikenangku
-
oleh Nurlaeli Umar ( Catatan ) pada 26 Juni 2012 pukul 18:55 Oleh : Nurlaeli Umar Gadis itu berumur dua puluh dua, bayangan...
No comments:
Post a Comment