oleh Nurlaeli Umar (Catatan) pada 20 Maret 2013 pukul 0:43
Kemarin rindu merayu akan hadirmu
Lalu kubisikan padanya kisah luka
Hingga hujan dipelupuk matanya menggenang
Tapi dia berkeras hati atas nama hati
Dan cinta yang membatu karang
Dan pikirnya ucapku adalah ombak
Hingga kudapati gusi merah jambunya kala dia tertawa yang mirip seringai
Lalu dia memelukku setengah memagut
Bibirku lalu hatiku akhirnya jiwaku
Dan aku terkapar sedang rindu mendarah daging
Setangkai luka mawar itu kian robek
Durinya menusuk
Darahku mengucur
Jemariku makin mengerat
Mulut dan hatiku berucap cinta ... cinta ... aku adalah engkau
No comments:
Post a Comment