
oleh Nurlaeli Umar (Catatan)
seperti biasa
rumput itu masih hijau
angin menyapa sedikit menyibak
burung bercengkrama dan tak hiraukan ku
mata elang itu masih sama
rambut lurus dan pesonanya
juga tentang masalalu yang terus memperbaiki diri
aku menikmatinya
di sela pagi di sejumput bahagia
juga senyum yang tersemai diantara matahari
dan pesonanya
pagi ini dan seperti ini
sepanjang langkah ku
sejauh masa yang telah tertempuh
ini yang mengikat
antara aku dengan diriku
cerita pagi ini
mungkin takkkan kau mengerti
dan itu untukku sendiri
kau hanya terbagi sedikit ilusi
lewat akara yang tertuang
lewat senang yang terpajang
dari sini
ya dari sini.........sekarang
rumput itu masih hijau
angin menyapa sedikit menyibak
burung bercengkrama dan tak hiraukan ku
mata elang itu masih sama
rambut lurus dan pesonanya
juga tentang masalalu yang terus memperbaiki diri
aku menikmatinya
di sela pagi di sejumput bahagia
juga senyum yang tersemai diantara matahari
dan pesonanya
pagi ini dan seperti ini
sepanjang langkah ku
sejauh masa yang telah tertempuh
ini yang mengikat
antara aku dengan diriku
cerita pagi ini
mungkin takkkan kau mengerti
dan itu untukku sendiri
kau hanya terbagi sedikit ilusi
lewat akara yang tertuang
lewat senang yang terpajang
dari sini
ya dari sini.........sekarang
No comments:
Post a Comment