terputus dari nafas cintamu adalah rinduku yang menangis
kau pergi tanpa jejak hingga mata angin saling bertukar tempat
jalanku limbung mataku hanya hitam yang nampak
kau tak pernah beri aku kesempatan bahkan untuk setetes air mata
aku mati di sini karena semua percuma dan aku terbisu oleh jejal perih, tak berkesudahan
No comments:
Post a Comment