Goresan penyair yang menghilang
(-----)
angin berhenti meniup. seruling bisu : pada akhirnya semua makhluk pasti begitu. yang kekal hanya Sunyi yang abadi hanya budi
seruling pasti kehilangan lobang tapi bunyi yang pernah dilagukan akan senantiasa mengiang.
aku tak punya seruling bisakah kutelengkan telinga menggerakan jemari saat kau tiup serulingmu, Sayang?
Semarang, 12 april 2009
No comments:
Post a Comment