Wednesday, November 27, 2013

136. Fragmen Cinta


Sepasang cinta bergegas menembus tandus dan belukar
Matahari memekik hingga telinga tuli dan kulit terbakar
Lelaki yang sang terjatuh kehausan hampir mati
Berkukuh  hidup tamasya nirwana sejati
Lelah sudah diusir pergi entah di mana kini

“Naomi, pergilah, kakiku lelah!”
“Naomi sayang, tenagamu jangan dibuang. Berlarilah menjauh hingga ke bintang.”
(Perempuan yang juga sang mencoba memapah kepayahan))

“Naomi cintaku, setiamu adalah kesiaan.”
“Masa depanmu denganku tak akan terjelang.”

(Sebuah ciuman hadir diantara mereka)

“Kekasihku yang menggenggam separuh jiwaku,
entah apa lagi yang mesti kucari,
rembulan matahari dan bintang juga hati yang suci telah kudapati.”

Badai bergeming, pasir berbisik lirih
Bintang cemerlang mengedip di kejauhan
Mereka mengamini sebab malam telah ambil peduli

“Biarlah jika tepi yang akan membahagiaakan itu kita hampiri,
itu adalah milikku dan milikmu.”
“Jika langkah kita tak akan pernah bertepi,
cintamu cukup bagi langit dan hidupku.”

Sepasang senyum  mengembang menjemput maut yang telah datang mengucap, salam!

Jakarta, 24 Agustus 2013

No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...