Wednesday, January 8, 2014

176. Panggung Puisi, 5 Januari 2014


Cahaya yang Pijar
Oleh: Nurlaeli umar

Di lengkung sabit yang terbungkus malam
Aku menderu cahayamu tuk menembus setiap sela di sini
Di tepi rindu yang berbicara tentang ingin
Lalu angin yang akan menggunung semua dalam tatap lalu peluk
Cahaya yang pijar itu cinta, yang meski tak berbalas tetap setia
Aku padamu di setiap detik yang sudah dan akan berlalu
Entah lambat entah tergesa, pinta

Cengkareng 5114 22;21
 

No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...