Friday, October 24, 2014

193. Doa yang ditolak 251014

 
Cerita nih:

Ada seorang pengemis yang datang ke sebuah rumah
Pengemis: Pak tolong berikan sedekah!
Pemilik rumah dengan segera memberikan uang, tidak tanggung-tanggung dia memberi sedekah tiga puluh ribu rupiah. Besar? Iyalah, biasanya kan paling seceng atau paling banter goceng.
Pengemis: Terimakasih, semoga bapak diberi kesehatan dan keberkahan yang banyak dalam hidup.

Tahu apa jawaban pemilik rumah, gini nih.
Pemilik rumah: Lebih baik Bapak doakan keadaan Bapak saja, doa itu lebih baik untuk Bapak, saya sudah cukup kaya. Maaf bukan sombong,
Secara logika benar, keadaan pengemis lebih memerlukan doa itu, tapi ... sebaiknya jangan menghalangi keberkahan Tuhan yang datangnya dari pintu tak terduga.


Sepuluh tahun kemudian pemilik rumah itu menghadapi masalah di luar prediksinya, anaknya yang anggota dewan terlibat narkoba dan main perempuan, empat anaknya yang lain--yang sudah mapan dan mendapat tempat terhormat--jatuh bangkrut dan rumah tangganya di ambang kehancuran.

Lelaki pemilik rumah itu bingung tujuh keliling, tujuh saja ya jangan empat belas, kasihan takut pingsan. Secara pendidikan anak-anaknya semua S1, lingkungan yang membentuknya juga ningrat dan terpelajar. Hubungan dengan orang tua dan saudara juga baik dan terpelihara. Semua itu membuat dia berkonsultasi dengan seorang yang bijak. kau boleh menyebutnya ulama , ustadz atau orang pilihan Tuhan.

Ternyata dari hasil mengkaji satu persatu dia menemukan bahwa dia pernah menolak doa kebaikan dari pengemis itu, meski dia tidak berniat untuk sombong. Kesimpulannya adalah ... simpulin sendiri lah, masak aku ikut nyimpulin juga, padahal aku sudah cape ngetik nih. Bagi kopi donk, kamu kan baik.


Selamat membaca, mengkritik dan  mengambil manfaat

No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...