Aku bingung bagaimana bisa
Mejaku berkaki kuda
Dan sepedaku tertawa
Sedang engkau termangu
Meresapinya dari ujung aksara hingga kehilir hatimu
Aku terkesima
Pada matamu kulihat bulan
Pada hatimu kudapati lautan
Pada ucapmu ketemui hutan
Ketikaku berpuisi
Jiwaku melarut bahkan pada secangkir kopi
Jantungku berdenyut pada dinding-dinding mati
Dan asa ku berjalan mesti dari mimpi
Kau dan aku terperangkap dalam puisi
Temui arti pada setiap jejak- jejak
Temukan arti pada setiap tarikan dan hembusan nafas
Dunia itu puisi
No comments:
Post a Comment