oleh Nurlaeli Umar (Catatan)
Pada layar maya aku berujar tentang bahagia
Tentang aksara yang menghambur dari pena patahku
Dari sisa-sisa tinta pena yang menjadi luka
Lalu berpura-pura dia bertandang
Hanya tuk mencicipi
Apakah kopi buatanku pantas dicecap?
Lalu setelahnya aku mesti menelan bulat malam
Dan sepi yang bergelayut mengajakku bicara
Tentang bintang yang melolong
Pada layar maya aku berselancar
Tentang pura-pura yang tiba-tiba tak menabu
Pada layar maya nyataku pun menjadi nyata
Tentang aksara yang menghambur dari pena patahku
Dari sisa-sisa tinta pena yang menjadi luka
Lalu berpura-pura dia bertandang
Hanya tuk mencicipi
Apakah kopi buatanku pantas dicecap?
Lalu setelahnya aku mesti menelan bulat malam
Dan sepi yang bergelayut mengajakku bicara
Tentang bintang yang melolong
Pada layar maya aku berselancar
Tentang pura-pura yang tiba-tiba tak menabu
Pada layar maya nyataku pun menjadi nyata
No comments:
Post a Comment