
oleh Nurlaeli Umar (Catatan)
Matamu terbelalak hebat
Kau dan aku menjadi pesakitan
Dari perihya kental darah ikatan
...
Kau lari ke sudut kesunyian
Aku terpekur penuh penyesalan
Kau dan aku tiba-tiba tak menjadi kita
Tapi kutak pernah ijinkan serupa benci menjadi nama tengah
Meski kadang terlupa
Kadang kau yang menggoda
Atau aku yang merayunya untuk tiba
Ketika aksaraku menjadi kapital
Sungguh saat itu aku ingin menjadi terluar saja
Ketika aksaraku menjadi kapital
Bisakah kau seduhkan sedikit kopi pereda
Atau air putih saja
Agar ku dan mu menjadi kita
240712nlu 11:02
No comments:
Post a Comment