Menangisku pada Malam
oleh Nurlaeli Umar (Catatan
bulan di langitmu terbelah berdarah
hitam itu seakan memerah
sedang di hatiku gerimis ini enggan pergi
perjalanan hati ini jadi tak tentu arah
aku menangisi rindu yang mati
gigil jadi teman sepi sehati
aku mati di asamu
menangisku malam ini
sepertinya luka takkan terobati
meski esok luka bulan sembuh
dan purnama seperti biasanya
hitam itu seakan memerah
sedang di hatiku gerimis ini enggan pergi
perjalanan hati ini jadi tak tentu arah
aku menangisi rindu yang mati
gigil jadi teman sepi sehati
aku mati di asamu
menangisku malam ini
sepertinya luka takkan terobati
meski esok luka bulan sembuh
dan purnama seperti biasanya
No comments:
Post a Comment