oleh Nurlaeli Umar (Catatan)
separuh tergenggam
separuh lagi terlepas
separuh meracau
sebanyak lagi terus memantau
seperti rindu
pada rerintik hujan
dan malam penghabisan
yang terlanjur kelam
menangis diambang senja
dan biru kembali berpanggut mega jingga
angin terdiam
jelas jelas tadi berbisik
langkah gontai malas menukik
sebuah langkah menjadi tak pasti
ketika rindu mengetuk kesendirianku
dan kau pergi jauh
menghilang dalam jejak jejak
yang tertinggal dalam benak
ketika ku berceloteh tentang rindu
jawab dan tanyaku
tetap tertuju pada satu nama
bukan purnama
bukan mentari
bukan pula pelangi
tapi
kamu....
bisakah kau sedikit mengerti
separuh lagi terlepas
separuh meracau
sebanyak lagi terus memantau
seperti rindu
pada rerintik hujan
dan malam penghabisan
yang terlanjur kelam
menangis diambang senja
dan biru kembali berpanggut mega jingga
angin terdiam
jelas jelas tadi berbisik
langkah gontai malas menukik
sebuah langkah menjadi tak pasti
ketika rindu mengetuk kesendirianku
dan kau pergi jauh
menghilang dalam jejak jejak
yang tertinggal dalam benak
ketika ku berceloteh tentang rindu
jawab dan tanyaku
tetap tertuju pada satu nama
bukan purnama
bukan mentari
bukan pula pelangi
tapi
kamu....
bisakah kau sedikit mengerti
No comments:
Post a Comment