Friday, April 5, 2013

71. FF aku ikut berduka


 


Oleh: Nurlaeli Umar
Langit terlihat gelap, angin di luar mewangikan aroma air. Suasana sore menjelang berbuka yang sedikit menekan. Lelaki itu semakin tenggelam dalam air mata kesedihan. Terlihat jelas dari air mukanya, mata yang sembab dan ia berusaha menyeka air mata yang masih saja sesekali menelusuri wajah tampannya itu.

Ini akhir Ramadhan yang pilu, dan bayi berusia dua hari di pelukannya mencari kehangatan dekapan seorang ibu. Ibu yang memberi damai lewat pelukan, lewat hangat tubuhnya, juga lewat irama degub jantungnya.

Sesekali disela air matanya, tarikan nafas itu terlihat lebih panjang dari semestinya. Zahra, bayi merah itu kerap kali menolak dijejali susu dari botol yang dia genggam. Zahra, mencari puting ibunya.


Dipandanginya dua anak lelaki yang selimutnya tersingkap, jagoan yang melindungi hari tuanya, kelak. Dua jagoan yang menangis kehilangan dua hari yang lalu. Dua jagoan yang memaksanya tegar, meski baginya langit serasa runtuh.


Sungguh, terbayang sudah dipelupuk mata, rona bahagia dari orang tua, sanak saudara, handai taulan menyambut kehadiran mereka berlima. Dan terlebih lagi kehadiran anggota keluarga baru saat lebaran nanti.


Bukan kesepian panjang kelak setelah kehilangan yang dia tangisi. Bukan pula tidak bersyukur karena sudah mencecap nikmat beristrikan wanita salihah, tapi Zahra, bayi dua hari yang mesti kehilagan sentuhan ibu kandungnya.


Ramadhan kali ini dia mesti mengikhlaskan Tanti, istrinya menghadap Tuhan lebih dahulu dari dirinya. Setelah mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan dan tidak tertolong. Dua hari yang lalu, tepat saat ulang tahun si sulung dan seminggu menjelang lebaran mengetuk pintu, menyalami semua orang yang sudah melewati bulan Ramadhan dengan berpuasa dan memberinya kabar kemenangan.


Aku ikut berduka, sungguh. Meski aku hanya mawar imitasi di vas warna biru tua di atas meja ruang keluarga, kesukaan Tanti, yang dibeli saat Tanti baru memasuki rumah ini, empat belas tahun lalu sebagai ratu.

No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...