Monday, April 1, 2013

5. kemana senyummu yang indah itu


 

oleh Nurlaeli Umar (Catatan) pada 3 Maret 2012 pukul 13:13

indah meski maya
dan terasa melangut dibuatnya
kau melukis latar dengan warna gelap
dan mencoreti setiap terang yang tersisa
seakan hidup ku tak bertahan untuk menit kemudian

padahal hari terasa menguap
dan lelah kaki berpadu hati
menjelajah mencari sesal yang tertinggal
di kumuhnya miskin dan sedihnya sebuah perih

aku mencoba menerka setiap hitam
dan mencermati langkahmu
bila kau pendarkan lagi mendung di langit hati
dan gelap sudut mataku terasa ringan
melayangkan rasa
hingga hati bergumam
aku tak ingin beranjak
dan tenpatkan hati ku pada hidup mu
meski itu tak mungkin

keman senyummu berlari
dan bersembunyi
mati seakan
mematahkan semua mimpi maya kita
dan puisimu menangis di sudut senja

jangan berpaling kekasih dari sinaran bulan
aku kan memunguti bayangamu
dari sisi gelapku

kemana senyummu yang indah itu
yang usir segala sendu meski kadang tak bisa
dan hanya berpura pura pergi
dan hadir kembali
ketika nyata menyapaku dalam perihnya

senyummu.berikan padaku
meski esok matahari
enggan menyapa ku dan mengusir ku pergi

jangan menangis untukku
aku yakin aku takkan mati esok pagi
entah kalau esoknya lagi

tersenyum untukku
bisakah

No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...