oleh Nurlaeli Umar (Catatan)
semburat itu perlahan terhapus
apa yang disebut memekat adalah harus
aku tak meraba karena terlalu pekat
apa kau juga menyipit karena terlalu
terhenyak mencoba membaca jejak yang tertinggal
hanya merah saga dan segumpal sendu
terlampir sedikit elegi
yang terhempas dan menghempas
hingga terlihat terkoyak
aku adalah cuma
dan kau adalah apa
kadang ingin sekali menjadi biru
agar engkau memutih
tapi yang terbias hanya hitam
jadi merah saga yang tertinggal adalah sekedar
jangan bertanya atau menyalahkan
membuatku malu dan sedikit terkapar
biar merah saga saja
jadi aku sedikit melihat jejakku
ada
meski
meski bukan seperti akhir yang ku harapkan
sedikit sesal tersaru dalam merah saga
yang kau kuaskan diakhir titik
apa yang disebut memekat adalah harus
aku tak meraba karena terlalu pekat
apa kau juga menyipit karena terlalu
terhenyak mencoba membaca jejak yang tertinggal
hanya merah saga dan segumpal sendu
terlampir sedikit elegi
yang terhempas dan menghempas
hingga terlihat terkoyak
aku adalah cuma
dan kau adalah apa
kadang ingin sekali menjadi biru
agar engkau memutih
tapi yang terbias hanya hitam
jadi merah saga yang tertinggal adalah sekedar
jangan bertanya atau menyalahkan
membuatku malu dan sedikit terkapar
biar merah saga saja
jadi aku sedikit melihat jejakku
ada
meski
meski bukan seperti akhir yang ku harapkan
sedikit sesal tersaru dalam merah saga
yang kau kuaskan diakhir titik
No comments:
Post a Comment