oleh Nurlaeli Umar (Catatan) pada 12 Desember 2011 pukul 13:30
menikmati gerimis rindu
yang kian tak kunjung reda
daun daun melepuh
ini dingin yang membunuh
terlalu dingin ...bahkan sangat
seperti arti hadir yang acuh
hingga langit rasa terinjak
sampai kebatas jenuh
kabut mencium lembut
dan bibir bumi tetap terkatup
aku atau kau
aku menunjuk waktu yang tak berpihak
menapaki jingga bersamamu
semua menyemu
harapan bagai bunga tidur
hilang sekejap
tatkala mentari mengerjap
jangan pergi kamu
kau jingga dari hati ku
kan ku kumpuli remah remah janji
kan kupunguti puzle dari hidup
temani aku walau cuma
sebatas omong kosang belaka
karena jinggamu
mempesona dan endapkan laraku
meski sementara
yang kian tak kunjung reda
daun daun melepuh
ini dingin yang membunuh
terlalu dingin ...bahkan sangat
seperti arti hadir yang acuh
hingga langit rasa terinjak
sampai kebatas jenuh
kabut mencium lembut
dan bibir bumi tetap terkatup
aku atau kau
aku menunjuk waktu yang tak berpihak
menapaki jingga bersamamu
semua menyemu
harapan bagai bunga tidur
hilang sekejap
tatkala mentari mengerjap
jangan pergi kamu
kau jingga dari hati ku
kan ku kumpuli remah remah janji
kan kupunguti puzle dari hidup
temani aku walau cuma
sebatas omong kosang belaka
karena jinggamu
mempesona dan endapkan laraku
meski sementara
No comments:
Post a Comment