oleh Nurlaeli Umar (Catatan) pada 11 Januari 2012 pukul 8:15
kadang kala angin itu menapuk
tapi kadang merabu
dan membuat semua layu sebelum waktu
titian kata berpadu menjalin ikatan
semua serupa mantera
terasa sakral kala dipuja
kemana
mesti ku cari dan ku telusuri
jejak rasa yang menggantung asa
sampai disini
menyerah telak pada kesombongan
kembali
meski perih kan menghantui
dan penaku trancam mati bersama hati
tetap disini
meski saat ini aku tak bisa berjanji
apalagi menepati
angin...
hujan...
badai..
aku sungguh tak mau
jika mereka hadir menjadi nama tengah
dari kita
tapi kadang merabu
dan membuat semua layu sebelum waktu
titian kata berpadu menjalin ikatan
semua serupa mantera
terasa sakral kala dipuja
kemana
mesti ku cari dan ku telusuri
jejak rasa yang menggantung asa
sampai disini
menyerah telak pada kesombongan
kembali
meski perih kan menghantui
dan penaku trancam mati bersama hati
tetap disini
meski saat ini aku tak bisa berjanji
apalagi menepati
angin...
hujan...
badai..
aku sungguh tak mau
jika mereka hadir menjadi nama tengah
dari kita
No comments:
Post a Comment