oleh Nurlaeli Umar (Catatan) pada 13 Januari 2012 pukul 13:54
selaput bening meliputi pagi
membuka hari merajuk harap
dingin ...tiba tiba aku jatuh cinta padamu
senyum kerap terkembang
bersama rasa yang membumbung
dan kau...adalah mimpi yang terangkum di doa ku
melangkah
meski rasa menusuk nadi
mentari
biarkan saja aku nikmati semua
hanya bersama dia
mentari mulai merayap
matamu pancarkan binar
secemerlang rasa yang terjalin
sekejap adalah selamanya
dalam keabadian
yang terangkum namun tak tergenggam
dalam ketulusan cinta
nama mu terselip diantaranya
jangan pernah menoleh
bersama siang ku haturkan
kau tuk pulang
karena aku
tak mau melihat bayangan
membuka hari merajuk harap
dingin ...tiba tiba aku jatuh cinta padamu
senyum kerap terkembang
bersama rasa yang membumbung
dan kau...adalah mimpi yang terangkum di doa ku
melangkah
meski rasa menusuk nadi
mentari
biarkan saja aku nikmati semua
hanya bersama dia
mentari mulai merayap
matamu pancarkan binar
secemerlang rasa yang terjalin
sekejap adalah selamanya
dalam keabadian
yang terangkum namun tak tergenggam
dalam ketulusan cinta
nama mu terselip diantaranya
jangan pernah menoleh
bersama siang ku haturkan
kau tuk pulang
karena aku
tak mau melihat bayangan
No comments:
Post a Comment