oleh Nurlaeli Umar (Catatan) pada 25 Januari 2012 pukul 18:28
siluet senja telah sirna
gelap datang tebar kedamaian
bukan elegi yang tercecer di sepanjang jalan
dan setiap tarikan nafas adalah keluhan
purnama enggan datang
biarkan saja
toh...lampu temaram di setiap sudut
mampu hela sedikit penat dan letih
jangan menungguku hadir
terlalu dingin jalan
terlalu gelap tuk ku susuri sendiri
aku mungkin hanya sekedar ilusi
yang tak kau temui nyatanya
meski kau hendak mencari
tapi
jangan sendu begitu
kau telah terlarut dalam doaku
disetiap waktu
kekasih
temui Sang Kekasih
yang memberi kasih berlebih
adalah cara aku mencintaimu
dalam penggalan waktu
yang selalu mengetuk rinduku
padamu sahaja
dalam doa ku
kau kupeluk
dalam tangis ku
kau ku rindu
dalam senyumku
pengharapan kebahagiaan
malam....dingin...gelap
dalam doa...rindu ..dan pengharapan
namamu terukir dan terpahat
gelap datang tebar kedamaian
bukan elegi yang tercecer di sepanjang jalan
dan setiap tarikan nafas adalah keluhan
purnama enggan datang
biarkan saja
toh...lampu temaram di setiap sudut
mampu hela sedikit penat dan letih
jangan menungguku hadir
terlalu dingin jalan
terlalu gelap tuk ku susuri sendiri
aku mungkin hanya sekedar ilusi
yang tak kau temui nyatanya
meski kau hendak mencari
tapi
jangan sendu begitu
kau telah terlarut dalam doaku
disetiap waktu
kekasih
temui Sang Kekasih
yang memberi kasih berlebih
adalah cara aku mencintaimu
dalam penggalan waktu
yang selalu mengetuk rinduku
padamu sahaja
dalam doa ku
kau kupeluk
dalam tangis ku
kau ku rindu
dalam senyumku
pengharapan kebahagiaan
malam....dingin...gelap
dalam doa...rindu ..dan pengharapan
namamu terukir dan terpahat
No comments:
Post a Comment