2 September 2013 pukul 17:31
lalu tiba tiba menjadi sehelai daun kuning yang melambai ke bumisemua berjudul kematian meski tanpa tembang perpisahan
luka luka menampilkan warna semarak yang menggoda
aku menjadi seperti tanah yang pasrah menerima semuanya
aku berada dalam bimbang harus menangis atau tertawa
sedang kucari arti sedih kamusku hilang aksaranya
sedang sariawan di bibir menahan tawaku yang mampir
oh bibir
menjadi sedih sendiri aku menutupi
mungkin dengan sedikit waktu untuk benar benar menyelami
ini yang kucari
merasai sampai benar kudapati sari pati
aku semakin ambil tak peduli
apa kau dan siapa mu
aku hanaya terus saja melingkari pikir
dan tenggelam bersama perihnya sebuah kata merasai
september yang penuh warna di pelupuk
sisakan luka dan bisa yang hanya bisa kukecup dengan cinta
meski aku tak tahu cinta yang mana
No comments:
Post a Comment