12 Agustus 2013 pukul 20:33
ini dalam, sedalam apa? sedalam lautan atau sedalam dada bebek?pokoknya dalam. Ya, cintaku dalam kepadamu
kau yang terkasih, entah lah apa di dadamu sempat kau semat namaku
atau setidaknya pernah saja
lalu malam malam menjadi penuh rindu
air mata kadang menetes satu per satu
tiga purnama, cintaku akhirnya layu
aku sungguh merasa tertipu
puisi yang kau buat ternyata bukan untukku
kau tega, kenapa tak bilang
hingga tiga purnama kubilang
mengenal rindu, tangis dan harap
akhirnya hilang
seharusnya sedari awal aku yakin kau akan mencintaiku
bukankah keyakinan merupakan sihir yang menakutkan
mengapa aku malah meragu
sehingga akirnya aku malu, sakit hati dan merasa tertipu
kali ini aku ada di depan kopiku
kubenamkan ingata tentang wajahmu di situ
aku tak hendak meminumnya
meski ceitaku tentangmu hanya mimpi di siang belaka
ini firasat
atau sekadar mimpi yang muslihat
tapi setidaknya aku merasai betapa cinta bisa membuat orang sekarat
kau ...siapa ya namamu
apa aku harus mengulang mimpi itu malam ini
agar aku bisa mengikatmu
nyata dalam hidupku
No comments:
Post a Comment