Buahnya masih hijau
Melebat rindu enyahkan risau
Jogja dengan kesunyian sekitar
Kamar yang hangat menjaga malasku
Memanjakan mataku, nikmat
Semua sibuk dengan oekerjaannya
Keramik yang di rendam
Kisah sepanjang jalan
Nasi rames tujuh ribuan
Nasi soto yang sempat membelalakan mata
Lusa aku akan jatuh ke pelukan Jakarta
Hari bisa berjalan
Tapi isi kepala berlari bahkan terbang ke bulan
Jogja, Kamis dari jalan Lampar, Papringan
No comments:
Post a Comment