Monday, December 30, 2013

174. Elangku yang Puisi




 


Aku senang adamu tak pernah di sini
kau pasti hanya bisa memilah tulisanku
Dengan kata akhir: tak ada yang puisi
lalu kau menunjuk dadamu, aku!

Teruntuk Nip 1


Kau masih ingat awan itu
Bukan awannya
Tapi caramu menunjuk awan
Itu!
Mirip ekspresimu saat berdeklamasi, total!


Teruntuk Nip2


 Kapan aku bisa melihat kau membaca puisi?

Saat itu pasti duniaku hanya ada aku dan kau selain rasa yang larut

Entah kapan, mungkin tak akan pernah: rindu teramat

Tetuntuk Nip3


 Aku terpaksa menelan semua aksara ke dalam otakku
Untuk sebuah ujian?
Tidak, tak ada alasan kecuali terpaksa
Seperti hidup pada nafas

Teruntuk Nip4

 
Ini rindu harus kueja satu satu
Agar lama bermukim
Biar sakitnya menggigit
Hingga jumpa denganmu bagai keluar dari himpit: lepas

Teruntuk Nip5


Mata elangmu berpuisi tentang petualangan
Lembah
Laut
Ceruk
Daki
Lintas
Tapi hatimu tertambat di sini padaku dan terkunci

Teruntuk Nip6

No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...