Thursday, April 24, 2014

183. Mencari Puisi

Mencari puisi ada larik-larik yang begitu banyak menimbulkan bingung. Antara sajak dan puisi yang kerap tertukar mengertiku. Lelaki tua dengan sajak penuh makna tak bisa mengerti mengapa orang tak begitu tertarik dan menganggapnya biasa,mungkin zaman yang terlalu cepat berlari di banding mata. Atau mereka adalah para pembaharu yang hanya ingin sekejap merasa lalu pergi begitu saja setelah terpuaskan dahaga

Aku mencari di setiap aksara yang tertera, tidak kutemukan kecuali jiwa dan wajahmu semata, aku  mencari wajahku. Puisi-puisi itu mengalun, begitu katamu dari mata, hati dan pikiran yang bekerja sama! Pantas saja aku tak menemukannya kecuali menyisakakn sedikit ke akuanku mengerti adamu.

Aku mencari dan terus mencari diri yang puisi, pada arah mana? Kau menunjukkan dada, lalu Dia, seperti biasanya.


No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...