oleh Nurlaeli Umar (Catatan) pada 24 Maret 2012 pukul 19:21
menyusuri remang menjemput cahaya
menyilaukan karena harapan saja yang terbaca
berjalan sendiri berteman angan indah
dan ilalang seakan berwarna warni
malam menjemput
malam merunut
suasana hati hilang lengang
dari kesunyian yang terhempaskan
senyuman mu terlalu indah tuk di tafsirkan
gelap seakan menghilang
bahkan fatamorgana pun menjelang riang
semua seperti pelangi
meski langit ku hitam kelam
rindu menghadang
semburat bahagia meregang tegang
aku terlonjak girang
meski ku tahu
cintamu hanya sekuntum kembang kertas
jangan meragu duhai mimpi
biarkan aku melaut suka
bersama nya dalam maya dan jauh dari nyata
kembang kertas
semakin erat dan lekat dalam genggaman
terbaca indah meski syahdu sendu merayu pilu
dan malam berlalu dengan senyuman bisu
menyilaukan karena harapan saja yang terbaca
berjalan sendiri berteman angan indah
dan ilalang seakan berwarna warni
malam menjemput
malam merunut
suasana hati hilang lengang
dari kesunyian yang terhempaskan
senyuman mu terlalu indah tuk di tafsirkan
gelap seakan menghilang
bahkan fatamorgana pun menjelang riang
semua seperti pelangi
meski langit ku hitam kelam
rindu menghadang
semburat bahagia meregang tegang
aku terlonjak girang
meski ku tahu
cintamu hanya sekuntum kembang kertas
jangan meragu duhai mimpi
biarkan aku melaut suka
bersama nya dalam maya dan jauh dari nyata
kembang kertas
semakin erat dan lekat dalam genggaman
terbaca indah meski syahdu sendu merayu pilu
dan malam berlalu dengan senyuman bisu
No comments:
Post a Comment