MERACAU DI PURNAMA
oleh : nurlaeli umar
jengah merasai rasa ini tanpa sambut
mega merona disisi langit tanpa kutub
dan malam terintip sunyi lalu senyap
kembali ke pagi dengan tergesa
semangkuk huru hara
mengetarkan rusuk di dada
tanpa saputangan pelipur lara
ku lihat purnama tertawa
menyanjung kesetiaan yang sia sia
dalam alunan kidung malam
aku terlena tentang sedih yang berkala
duhai purnama
teruslah tertawa dan mentertawai
sedikit guraumu terasa getir
merobek luka menambahkan satir
termanguku dalam ceracau kata
dan airmata hanya menjadi pemanis saja
rindu yang dirindui dan purnama
menjdi sama sama membuatku tertawa
adalah luka cinta yang tak kan lekang dimakan usia
dan aku memaknainya kali ini tanpa rasa
meracau di purnama menjadi upacara kecil
kala ku berpayung mendung meski malam
biodata....
namaku akun pengguna facebook ku nurlaeli umar
takada yang bisa dibanggakan dari tulisanku
tak ada prestasi yang bisa ujukan gigi
aku mengikuti ini untuk mengasah penaku tentang puisi
oleh : nurlaeli umar
jengah merasai rasa ini tanpa sambut
mega merona disisi langit tanpa kutub
dan malam terintip sunyi lalu senyap
kembali ke pagi dengan tergesa
semangkuk huru hara
mengetarkan rusuk di dada
tanpa saputangan pelipur lara
ku lihat purnama tertawa
menyanjung kesetiaan yang sia sia
dalam alunan kidung malam
aku terlena tentang sedih yang berkala
duhai purnama
teruslah tertawa dan mentertawai
sedikit guraumu terasa getir
merobek luka menambahkan satir
termanguku dalam ceracau kata
dan airmata hanya menjadi pemanis saja
rindu yang dirindui dan purnama
menjdi sama sama membuatku tertawa
adalah luka cinta yang tak kan lekang dimakan usia
dan aku memaknainya kali ini tanpa rasa
meracau di purnama menjadi upacara kecil
kala ku berpayung mendung meski malam
biodata....
namaku akun pengguna facebook ku nurlaeli umar
takada yang bisa dibanggakan dari tulisanku
tak ada prestasi yang bisa ujukan gigi
aku mengikuti ini untuk mengasah penaku tentang puisi
No comments:
Post a Comment