Saturday, March 30, 2013

-34. MERACAU DI PURNAMA



MERACAU DI PURNAMA
oleh : nurlaeli umar

jengah merasai rasa ini tanpa sambut
mega merona disisi langit tanpa kutub
dan malam terintip sunyi lalu senyap
kembali ke pagi dengan tergesa

semangkuk huru hara
mengetarkan rusuk di dada
tanpa saputangan pelipur lara

ku lihat purnama tertawa
menyanjung kesetiaan yang sia sia
dalam alunan kidung malam
aku terlena tentang sedih yang berkala

duhai purnama
teruslah tertawa dan mentertawai
sedikit guraumu terasa getir
merobek luka menambahkan satir

termanguku dalam ceracau kata
dan airmata hanya menjadi pemanis saja

rindu yang dirindui dan purnama
menjdi sama sama membuatku tertawa
adalah luka cinta yang tak kan lekang dimakan usia
dan aku memaknainya kali ini tanpa rasa

meracau di purnama menjadi upacara kecil
kala ku berpayung mendung meski malam

biodata....
namaku akun pengguna facebook ku nurlaeli umar
takada yang bisa dibanggakan dari tulisanku
tak ada prestasi yang bisa ujukan gigi
aku mengikuti ini untuk mengasah penaku tentang puisi

No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...