
oleh Nurlaeli Umar (Catatan)
Kudapati dirimu berjalan sendiri
Sementara terik mengangkang
Kakimu penuh luka bau anyir yang megeluhkan tentang perjalanan
Aku bahkan bisa melihat jelas
Warna kuntum didadamu sudah menghitam
Air mata bahkan tak tersisa
Bagaimana kuharus menulisnya derai apalagi tetes
Aku yang terlupa dan dilupakan masa
Aku hanyalah angin bukan udara dihidupmu
Kuulurkan tangan bahkan hati
Dan bila kau menginginkan nyawa
Tuk temanimu melangkah
Menghadang angin
Lintasi gurun atau kadang padang ilalang
Bila kau lelah ini pundakku
Bila kau menyerah ini punggungku
Kan kucari oase atau peneduh
Lalu kan kubawa kau tinggal dijiwaku
Sudikah
Meski aku hanya seorang yang kau lupa dan terlupakan ... zaman
No comments:
Post a Comment