oleh Nurlaeli Umar (Catatan)
senja lalu malam lalu pagi lalu siang
lalu berulang
sampai kau bimbang
kemudian muak dan menghilang
daun lagi lalu angin lalu purnama
lalu kau lelah dan akhirnya kau menyerah
sedih lagi berulang ulang
seakakn tak mau hilang
padahal hidup berselang
jingga lagi lalu gelap malam
membuat kau jenuh
berpeluh
lalu mengeluh
aku berkutat dari itu dan itu
berjalan lelah
melangkah
tapi tetap tak berubah
seandainya saja
ada piihan lain
dan otakku tak mengerut karena dingin
atau miskin ingin
tentu
aku ada bersama mu
menyelaraskan langkah
dan kita bercerita banyak
tentang keserakahan
tentang kemunafikan
tentang apa saja
yang membuat kita seolah olah
manusia paling sempurna
hmm..........
andai saja ada piihan lain
selain dari kesederhanaan
dan otakku lebih pintar sedikit
lalu berulang
sampai kau bimbang
kemudian muak dan menghilang
daun lagi lalu angin lalu purnama
lalu kau lelah dan akhirnya kau menyerah
sedih lagi berulang ulang
seakakn tak mau hilang
padahal hidup berselang
jingga lagi lalu gelap malam
membuat kau jenuh
berpeluh
lalu mengeluh
aku berkutat dari itu dan itu
berjalan lelah
melangkah
tapi tetap tak berubah
seandainya saja
ada piihan lain
dan otakku tak mengerut karena dingin
atau miskin ingin
tentu
aku ada bersama mu
menyelaraskan langkah
dan kita bercerita banyak
tentang keserakahan
tentang kemunafikan
tentang apa saja
yang membuat kita seolah olah
manusia paling sempurna
hmm..........
andai saja ada piihan lain
selain dari kesederhanaan
dan otakku lebih pintar sedikit
No comments:
Post a Comment