.
oleh Nurlaeli Umar
ikat mengikat
selaksa simpul mati yang enggan tuk lepas
terlalu erat mengikat atau salahkah
simpul menjadi sauh
hingga layar terkembang dan kokoh
menghadang angin
dan ombak adalah teman
simpul yang kukira rentan
terasah sembilu adalah bualan diujung hari
semakin terikat semakin menjadi
hingga diri lupa tuk sadari
bahwa hati terpikat kata sepakat
enggan tuk pergikah
alasan ku pada laut yang biru
dan rindu pada kepakan camar
yang menukik seraya mencium
atau matahariku terlalu lembut
menyentuh bibir senja
simpul itu bukan sekedar tali
atau benang kini
tapi......terlalu membawa rasa sampai ke hati
aku ...atau engkau
yang sebenarnya enggan pergi
dan memutus diri...
entahlah....
selaksa simpul mati yang enggan tuk lepas
terlalu erat mengikat atau salahkah
simpul menjadi sauh
hingga layar terkembang dan kokoh
menghadang angin
dan ombak adalah teman
simpul yang kukira rentan
terasah sembilu adalah bualan diujung hari
semakin terikat semakin menjadi
hingga diri lupa tuk sadari
bahwa hati terpikat kata sepakat
enggan tuk pergikah
alasan ku pada laut yang biru
dan rindu pada kepakan camar
yang menukik seraya mencium
atau matahariku terlalu lembut
menyentuh bibir senja
simpul itu bukan sekedar tali
atau benang kini
tapi......terlalu membawa rasa sampai ke hati
aku ...atau engkau
yang sebenarnya enggan pergi
dan memutus diri...
entahlah....
No comments:
Post a Comment