oleh Nurlaeli Umar
sekelumit tentang diary ku.....trauma
tak ada goresan tinta
pena pun sedikit malas....biasa
aksara tengah berkerumun menanti
angin datang terlalu kencang
semua melayang dan terbang
beberapa terpancang diujung ranting
melambai mengejek
... aku sedikit tergelitik
hendak ku gapai tapi terlalu jauh
aku takut terjatuh
trauma
luka itu masih menganga
terlintas jelas seringaimu
menguliti semua rahasia diary ku...dulu
aku ingin bertutur lebih
tapi diaryku kini hanya awan dan langit saja
penaku masih nyenyak
kertas ku biarkan dia lari bebas
tetap kosong selamanya
diary ku melapuk
bersama masa yang kan menjadi tua
tapi tetap saja
aku...entah sampai kapan kan menjenguknya
dan
mnghapus sisa seringai mu
meski kau kini sudah mati
dan jaman berganti
semoga saja....ya
suatu saat nanti aku dapatkan sedikit kekuatan
tuk mengisi diary ku lagi
tak ada goresan tinta
pena pun sedikit malas....biasa
aksara tengah berkerumun menanti
angin datang terlalu kencang
semua melayang dan terbang
beberapa terpancang diujung ranting
melambai mengejek
... aku sedikit tergelitik
hendak ku gapai tapi terlalu jauh
aku takut terjatuh
trauma
luka itu masih menganga
terlintas jelas seringaimu
menguliti semua rahasia diary ku...dulu
aku ingin bertutur lebih
tapi diaryku kini hanya awan dan langit saja
penaku masih nyenyak
kertas ku biarkan dia lari bebas
tetap kosong selamanya
diary ku melapuk
bersama masa yang kan menjadi tua
tapi tetap saja
aku...entah sampai kapan kan menjenguknya
dan
mnghapus sisa seringai mu
meski kau kini sudah mati
dan jaman berganti
semoga saja....ya
suatu saat nanti aku dapatkan sedikit kekuatan
tuk mengisi diary ku lagi
No comments:
Post a Comment