tentang pembicaraanku dengan matahari yang mengular senja tadi
tak jua endapkan seribu dukaku
merindu menjadikanku terbiasa mengulas semua tentangmu
tentang warna yang kau kuaskan di langit itu, di jalan yang kita pernah lalui, di tebing yang pernah kita daki, di ceruk paling cekung dari hati kita yang jantung
kau bukan kekasih, hanya
seseorang yang dicipta untuk kusebut sahabat
sudah kau eja ayat ayat yanng kau ingin maknai?
kembalilah tuk menjenguk masaku yang terlupa di halaman ingatanmu
No comments:
Post a Comment