15 September 2013 pukul 10:00
pernahkah kau merasa semua menjadi berbeda
lalu kau menyakini ini saatnya kau harus beranjak
biarkan saja mengalir adanya
kau hanya harus mengikuti alurnya
usah kau tanam benih gelisah
pandang saja awan lebarkan senyuman
tepuk dadamu tak usah perlahan
langkahkan kakimu lurus ke depan
apatah lagi yang kurang berkenan
lihat saja berang berang di kejauhan
mencintai banjir dan musim penghujan
meski matahari tetap membekas diingatan
saatnya pergi saatnya mendapati
biar yang usang tinggal
biar yang perih berganti
kan kulihar wajahmu sebagai matahari di sini, palung hati
lalu kau menyakini ini saatnya kau harus beranjak
biarkan saja mengalir adanya
kau hanya harus mengikuti alurnya
usah kau tanam benih gelisah
pandang saja awan lebarkan senyuman
tepuk dadamu tak usah perlahan
langkahkan kakimu lurus ke depan
apatah lagi yang kurang berkenan
lihat saja berang berang di kejauhan
mencintai banjir dan musim penghujan
meski matahari tetap membekas diingatan
saatnya pergi saatnya mendapati
biar yang usang tinggal
biar yang perih berganti
kan kulihar wajahmu sebagai matahari di sini, palung hati
No comments:
Post a Comment