Wednesday, November 27, 2013

125. saatnya pergi

15 September 2013 pukul 10:00
pernahkah kau merasa semua menjadi berbeda
lalu kau menyakini ini saatnya kau harus beranjak
biarkan saja mengalir adanya
kau hanya harus mengikuti alurnya

usah kau tanam benih gelisah
pandang saja awan lebarkan senyuman
tepuk dadamu tak usah perlahan
langkahkan kakimu lurus ke depan

apatah lagi yang kurang berkenan
lihat saja berang berang di kejauhan
mencintai banjir dan musim penghujan
meski matahari tetap membekas diingatan

saatnya pergi saatnya mendapati
biar yang usang tinggal
biar yang perih berganti
kan kulihar wajahmu sebagai matahari di sini, palung hati

No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...