14 September 2013 pukul 13:57
seharusnya kau tak serta merta menempatkan aku dalam lipatan amarahmukau sedang bercengkrama dengan api di dirimu sendiri
gulung saja matahari agar kau merasa tercerahi
lalu bicara padaku tentang jalan putih yang pernah kau ceritakan sambil kau julurkan sekeranjang mawar dan cokelat
senyumku seketika akan terbit tidak semuram ini
lalu kita bicara hingga bermil mil kemesraan bulan dengan langitnya
atau dua ekor kelinci yang berebut musim dan kita saling melempar senyum menunjuk bayanganmu di manik mataku dan matamu
entah kapan lagi terulang
semua sudah menyalju padahal terik tengah mencuri jerit dan lari kecilku
untukmu yang sedang ingin memberi jarak atau sebuah jeda
tarik kembali kekang yang kau ikat hingga aku bisa berlari menujumu dengan indah
No comments:
Post a Comment