14 September 2013 pukul 1:01
derai
yang turun menderas seiring tertatihnya jarum panjang di dinding itu
adalah cerita yang kudapati setelah lama dia pergi tak pernah datang
lagi meski upacara kecil sering kupanggil bersama namamu
lalu seakan bintang pun berlari mengintip dari kejauhan jangkauan mengerlip pertanda keingintahuan tentang sebuah adegan yang mungkin akan terlewatkan andai dia tak menajamkan mata, keharuan
padahal itu hanyalah angan kosong sebab semua menjadi biasa saja bahkan mati entah karena waktu yang membunuh atau jejak tersapu terhapus
adakah aku akan berkata ini rindu lagi, sedang gelegak telah pergi tinggalkan rasa mengais diri menjumput sisa yeng remah yang kau tak peduli
hujan malam ini ada dan tak ada tapi tangis tetap hadir memberi tanda hati teriris nelangsa bersama sisa cerita yang kau beri nama kenang dan mesti ditempuhi sepanjang perjalanan belum usai
kau melintas menembus batas aku tergugu dalam diam yang semedi, tanpa bekas
sakit, kekasih jika darah ini yang kau tuju untuk sekedar menyadarkanku bahwa kita pernah ada bersama mencintai hujan dan segala runcing dinginnya
#teruntuk diri yang meruahi unggun di dingin dada
lalu seakan bintang pun berlari mengintip dari kejauhan jangkauan mengerlip pertanda keingintahuan tentang sebuah adegan yang mungkin akan terlewatkan andai dia tak menajamkan mata, keharuan
padahal itu hanyalah angan kosong sebab semua menjadi biasa saja bahkan mati entah karena waktu yang membunuh atau jejak tersapu terhapus
adakah aku akan berkata ini rindu lagi, sedang gelegak telah pergi tinggalkan rasa mengais diri menjumput sisa yeng remah yang kau tak peduli
hujan malam ini ada dan tak ada tapi tangis tetap hadir memberi tanda hati teriris nelangsa bersama sisa cerita yang kau beri nama kenang dan mesti ditempuhi sepanjang perjalanan belum usai
kau melintas menembus batas aku tergugu dalam diam yang semedi, tanpa bekas
sakit, kekasih jika darah ini yang kau tuju untuk sekedar menyadarkanku bahwa kita pernah ada bersama mencintai hujan dan segala runcing dinginnya
#teruntuk diri yang meruahi unggun di dingin dada
No comments:
Post a Comment