10 Agustus 2013 pukul 0:22
sabit di ujung langit tak jua membuatmu lelah
masih berkutat dengan kopi dan gigil yang menyergap
sesak di dada kian menambah angka jenuh
jangan sekarat oleh sesal atau pun rindu sekalipun
Kutangkap cahaya tuk menemani sunyi sendirimu
mampukah kau tersenyum
meski di gelap pekat aku tak bisa melihat

masih berkutat dengan kopi dan gigil yang menyergap
sesak di dada kian menambah angka jenuh
jangan sekarat oleh sesal atau pun rindu sekalipun
Kutangkap cahaya tuk menemani sunyi sendirimu
mampukah kau tersenyum
meski di gelap pekat aku tak bisa melihat
No comments:
Post a Comment