Sebungkus Daging dan Penyesalan
Oleh: Nurlaeli Umar
Dia
membuka bagasi untuk mengambil sesuatu yang kemarin diletakkan di sana. Hanya
sebuah kotak parfum murahan yang dibelinya dari sebuah toko kecil di ujung
pasar arah ke kontrakannya. Parfum dengan wangi kayu. Sebenarnya tidak masalah
baginya parfum beraroma apa dan merknya apa yang penting bisa menyamarkan bau
asam keringatnya. Sudah berulangkali dia mengganti merk dan aroma, tapi dengan
parfum itu istrinya baru memujinya. Tidak terlalu tajam dan wanginya
menenangkan begitu alasanya..
