Tuesday, August 23, 2016

Koran Pantura 22 Agustus 2016 Sebungkus Daging dan Penyesalan-Nurlaeli Umar





                                    Sebungkus Daging dan Penyesalan

                                 





Oleh: Nurlaeli Umar

Dia membuka bagasi untuk mengambil sesuatu yang kemarin diletakkan di sana. Hanya sebuah kotak parfum murahan yang dibelinya dari sebuah toko kecil di ujung pasar arah ke kontrakannya. Parfum dengan wangi kayu. Sebenarnya tidak masalah baginya parfum beraroma apa dan merknya apa yang penting bisa menyamarkan bau asam keringatnya. Sudah berulangkali dia mengganti merk dan aroma, tapi dengan parfum itu istrinya baru memujinya. Tidak terlalu tajam dan wanginya menenangkan begitu alasanya..

Wednesday, August 17, 2016

Cerpen Nurlaeli Umar: Numpang Mati di Koran Pantura 16 Agustus 2016



Numpang Mati
Oleh: Nurlaeli Umar
Rambut masai itu tidak membuat wajah tampannya hilang.  Sisa-sisa masa muda yang tidak ada harganya saat ini. Dulu sekali, saat usia-usia wajah adalah nomor satu, jangan tanya perempuan mana yang tidak  kepincut.  Untuk yang satu itu memang dia juaranya,  aku kalah telak.  Aku hanya mendapatkan satu perempuan saja yang sekarang menjadi ibu dari anak-anakku.

Wednesday, August 10, 2016

Cerpen Paket Lebaran di Koran Pantura 10 Agustus 2016

Paket Lebaran



Paket Lebaran
Oleh: Nurlaeli Umar
Kopi di cangkirnya belum habis, bapak mulai lagi dengan ocehan bangganya, dan itu menyakitiku. Sebuah photo berukuran sedang diberikanya padaku, seseorang.tampak cantik sekali dengan senyum menawan di sana. Kepalanya bertoga--sebuah benda yang selama ini menghantui mimpiku dan aku tak pernah bisa menjangkaunya. Tertera di bawahnya keterangan wisuda bla-bal-bla lengkap dengan tanggal dan lokasi wisudannya.

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...