Saturday, December 31, 2016

Resensi Buku MELIPAT AIR

Judul buku: MELIPAT AIR
Penulis: Agus Darmawan T
Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan pertama Februari 2016


Melipat Air berisi tentang perjalanan 3 pelukis  Lee man Fong, Siauw Tik Kwie, dan Lim Wasim.
Mereka adalah pelukis keturunan Tionghoa. Tapi Lee Man Fong memang benar arga negara Tiongkok. Adalah menarik tentang perjalanan mereka yang jatuh bangun, dan tetap merasa bahawa mereka adalah orang Indonesia. Kecintaan mereka warga keturunan dilahirkan dengan karya-karya yang bahkan sejujurnya lebih dikenal dan dhargai di dunia luar dibanding diakui di negeri ini.

Buku ini menggulas satu per atu ketiga pelukis tersebut. Bagaimana mereka tetap bersikukuh dengan jati diri mereka yang menyalahi kebiaaan keluarga yang pedagang, dan tetap bisa hidup dengan menjadi pelukis yang tidak meninggalkan jiwa dagang.

Dibuku ini secara ekplisit menceritakan tentang bagaimana mereka sebenarnya keberatan dengan dihubungkannya garis keturunan mereka dengan politik yang bergolak. Dengan pemberontakan  G 30 S/PKI dan kedekatan hubungan RI dan China. Karena sebagai seniman mereka bahkan menolak masuk Lekra yang saat itu menjadi wadah seniman dibawah naungan partai politik PKI.

Yang menarik dari semuanya adalah semangat pantang menyerah dan keyakinan tinggi, dan jiwa mengabdi kepada Ibu Pertiwi. seperti Lee man Fong yang merasa Indonesia sebagai tanah airnya, dan tetap kembali ke Indoneia meki telah mengungsi ke luar negeri, dan diterima dengan tangan terbuka seandainya dia memilih menjadi warga negara lain.

Begitu juga dengan Lim Wasim yang tetap teguh menjadi pelukis istana, dan penjaga lukian-lukisan dalam istana, meski gajinya kecil.

Siauw Tik Kwie, bahkan lebih Jawa dan mendalami flsafat dan kebidayaan Jawa daripada sebaian besar orang Jawa sendiri. Dia sudah mengenal budaya jawa sejak kecil dari ibunya, yang tentu saja mengalir darah Tionghoa yang kental.

Jadi intinya buku ini bercerita tentang bagaimana menjadi Indonesia leat karya nyata sebagai bukti cinta. Tidak peduli dia keturunan Tionghoa atau keturunan suku lain. karena Keturunan Tionghoa pun adalah salah atu suku yang sama seperti suku lain. mereka Indonseia.

Yang menarik dari buku ini adalah juga ditampilkannya foto lukisan sebagi bukti keadikaryaan mereka dalam dunia seni yang mendunia.

Jakarta pergantian tahun 2016/2017


No comments:

Jual Keripik Tempe

Jual Keripik Tempe Sejarah mencatat, bahwa tempe adalah makanan yang telah menyelamatkan orang dari etnis Jawa hidup lebih lama dibanding ...